Read more at http://hasbiabhi.blogspot.com/2012/12/cara-memasang-widget-animasi-bergerak.html#iS11G7UbPESj1JXT.99

Sabtu, 25 Januari 2014

MAKNA HISTORIS LAMBANG GARUDA PANCASILA













Garuda sebagai lambang negara menggambarkan kekuatan dan kekuasaan dan warna emas melambangkan kejayaan, karena peran garuda dalam cerita pewayangan Mahabharata dan Ramayana. Posisi kepala garuda menengok lurus ke kanan.
Jumlah bulu melambangkan hari proklamasi kemerdekaan Indonesia (17 Agustus 1945), antara lain:
a.    Jumlah bulu pada masing-masing sayap berjumlah 17
b.    Jumlah bulu pada ekor berjumlah 8
c.    Jumlah bulu di bawah perisai/pangkal ekor berjumlah 19
d.    Jumlah bulu di leher berjumlah 45


Makna warna dalam Garuda:

a.    Kuning : keluhuran, kebesaran, kemegahan
b.    Merah : keberanian
c.    Putih : kesucian, kemurnian, kebenaran
d.    Hijau : kemakmuran, kesuburan
e.    Hitam : keabadian

Makna gambar yang ada di dalam perisai:

A. Perisai
Perisai merupakan lambang pertahanan negara Indonesia. Gambar perisai tersebut dibagi menjadi lima bagian: bagian latar belakang dibagi menjadi empat dengan warna merah putih berselang seling (warna merah-putih melambangkan warna bendera nasional Indonesia, merah berarti berani dan putih berarti suci), dan sebuah perisai kecil miniatur dari perisai yang besar berwarna hitam berada tepat di tengah-tengah. Garis lurus horizontal yang membagi perisai tersebut menggambarkan garis khatulistiwa yang tepat melintasi Indonesia di tengah-tengah.

B. Bintang Tunggal
Sila ke-1: Ketuhanan Yang Maha Esa. Perisai hitam dengan sebuah bintang emas berkepala lima menggambarkan agama-agama besar di Indonesia, Islam, Kristen, Hindu, Buddha, dan juga ideologi sekuler sosialisme.

C. Rantai Emas
Sila ke-2: Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab. Rantai yang disusun atas gelang-gelang kecil ini menandakan hubungan manusia satu dengan yang lainnya yang saling membantu. Gelang yang lingkaran menggambarkan wanita, gelang yang persegi menggambarkan pria.

D. Pohon Beringin
Sila ke-3: Persatuan Indonesia. Pohon beringin (Ficus benjamina) adalah sebuah pohon Indonesia yang berakar tunjang – sebuah akar tunggal panjang yang menunjang pohon yang besar tersebut dengan bertumbuh sangat dalam ke dalam tanah. Ini menggambarkan kesatuan Indonesia. Pohon ini juga memiliki banyak akar yang menggelantung dari ranting-rantingnya. Hal ini menggambarkan Indonesia sebagai negara kesatuan namun memiliki berbagai akar budaya yang berbeda-beda.

E. Kepala Banteng
Sila ke-4: Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Binatang banteng (Latin: Bos javanicus) atau lembu liar adalah binatang sosial, sama halnya dengan manusia cetusan Presiden Soekarno dimana pengambilan keputusan yang dilakukan bersama (musyawarah), gotong royong, dan kekeluargaan merupakan nilai-nilai khas bangsa Indonesia.

F. Padi Kapas
Sila ke-5: Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Padi dan kapas (yang menggambarkan sandang dan pangan) merupakan kebutuhan pokok setiap masyarakat Indonesia tanpa melihat status maupun kedudukannya. Hal ini menggambarkan persamaan sosial dimana tidak adanya kesenjangan sosial satu dengan yang lainnya, namun hal ini bukan berarti bahwa negara Indonesia memakai ideologi komunisme.

G. Motto pada pita
Pita yang dicengkeram oleh burung garuda bertuliskan semboyan negara Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika berasal dari kalimat bahasa Jawa Kuno karangan Mpu Tantular yang berarti “Walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu” yang menggambarkan keadaan bangsa Indonesia yang terdiri atas beraneka ragam suku, budaya, adat-istiadat, kepercayaan, namun tetap adalah satu bangsa, bahasa, dan tanah air.




MITOS GARUDA

Garuda merupakan makhluk mitos dalam kepercayaan hindu, Budha ,serta Mesir kuno. Di agama Budha dan Hindu ,Garuda menjadi tunggangan dari salah satu dewa Trimurti, yaitu Dewa Wisnu. Burung Garuda ini digambarkan sebagai makhluk yang mempunyai tubuh seperti burung ,separuh manusia dan sayap serta memiliki paruh seperti elang.

Sayapnya berwarna merah dan wajahnya berwarna putih,serta tubuhnya berwarna emas. Karena tubuhnya yang gagah dan besar, Garuda disebut sebagai raja burung, keturunan dari Wiranata dan kaspaya. Sinar emas dari tubuh Garuda ini sangatlah terang, hingga para dewa mengiranya Dewa Api dan memujanya.


 Garuda memiliki istri bernama Unnati dan Winayaka,serta mempunyai putra bernama Sempati. Orang tua garuda memberikan kebebasan kepadanya untuk memangsa manusia, asalkan bukan dari Brahmana. Suatu hari,ia pernah menelan manusia dari kaum Brahmana,kemudian tenggorokannya terbakar dan akhirnya memuntahkannya kembali.

Garuda diceritakan pernah mencuri Amerta untuk membebaskan ibunya dari sekapan Kadru dan ketika Indra mengetahuinya,ia pun bertempur hebat dengan Garuda. Amerta bisa direbut oleh Indra meskipun ia terluka parah.

Di Negara Jepang Garuda dikenal dengan nama Karura. Makhluk ini awalnya berasal dari Garuda asli Indonesia,karena penyebaran Budha dari Indonesia ke Jepang,akhirnya Garuda masuk ke Jepang dengan sebutan karura.

Karura memang pelafalan Jepang dari bahasa Sansekerta Garuda. Ada beberapa pendapat yang menyebutkan jika burung Garuda sama dengan burung Phoenix, tapi sebernanya sangatlah berbeda.



Sosok Garuda yang kuat dan gagah inilah yang kemudian digunakan bangsa Indonesia sebagai lambang negara. Lambang Garuda Indonesia dirancang oleh Sultan Hamid II,dengan berbagai pertimbangan tubuh lambang Garuda yang awalnya berupa wujud manusia.











DAFTAR PUSTAKA

http://suciptoardi.wordpress.com/2008/08/12/asal-usul-lambang-negara-kita-burung-garuda/

http://tunas63.wordpress.com/2008/10/25/makna-historis-dan-filosofis-lambang-negara-garuda-pancasila/

http://oimamonoha.wordpress.com/2012/08/10/arti-dan-makna-lambang-negara-indonesia-garuda-pancasila-2/

http://www.bimbingan.org/sejarah-tentang-burung-garuda.htm



Tidak ada komentar:

Posting Komentar